Tampilkan postingan dengan label tentang islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 April 2015

Pengertian Amanah dan Pentingnya Berperilaku Amanah

SITUS TELADAN ISLAM, Pengertian Amanah dan Pentingnya Berperilaku Amanah -- Secara lughawi, kata "amanah" artinya dipercaya atau terpercaya. Adapun menurut istilah aqidah dan syari'at agama, amanat adalah segala hal yang dipertanggung jawabkan kepada seseorang, baik hak-hak itu milik Allah maupun hak hamba, baik yang berupa benda, pekerjaan, perkataan, ataupun kepercayaan hati.

Allah telah berfirman dalam Al Qur'an tentang pengertian amanah atau amanat dan anjuran dan keharusan berperilaku dan bersifat amanah dalam ajaran serta anjuran dalam surat An-Nisa' (4) ayat 58 yang artinya adalah sebagai berikut :

Artinya: "Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat atau amanah kepada yang berhak menerimanya...."

Demikian juga Sabda Nabi Muhammad Rasulullah SAW tentang amanah yang artinya:

"Tidak ada iman yang sempurna bagi orang yang tidak memiliki sifat amanah, dan tidak ada agama yang sempurna bagi orang yang tidak menepati janji" (H.R. Ahmad).

Secara islami, apabila kita diserahi suatu amanah, maka amanat itu wajib kita pelihara, kita laksanakan, kita layani, baik amanah itu berupa harta, kehormatan, wasiat maupun lainnya.

Jabatan yang tinggi merupakan bentuk amanah yang harus dijaga.

Sesungguhnya agama Islam mewajibkan kepada kita kaum Muslimin untuk bersifat amanah, yakni berlaku jujur dan dapat dipercaya. Apa pun status kita, apakah sebagai seorang siswa atau siswi, pegawai, petani, pedagang, ibu dan ayah, atau lainnya, maka kita dituntut untuk bersikap amanat, menyampaikannya kepada ahlinya. Dalam hal ini Rasulullah saw. bersabda: 

"Kamu sekalian pemimpin dan kamu sekalian akan diminta pertanggung-jawabannya tentang apa yang kamu pimpin, imam (pejabat apa saja) adalah pemimpin dan ia akan diminta pertanggungjawabannya tentang apa yang dipimpinnya, dan orang laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam lingkungan keluarganya, dan ia akan ditanya tentang apa yang ia pimpin, orang perempuan (istri) juga pemimpin, dalam mengendalikan rumah tangga suaminya, dan ia juga akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya, dan pembantu rumah tangga juga pemimpin dalam mengawasi harta benda majikannya, dan dia juga akan ditanya tentang apa yang ia pimpin." (H.R. Ahmad, Muttafaq 'alaih, Abu Daud dan Tirmidzi dari Ibni Umar)

Amanah atau amanat merupakan unsur penting dan menentukan akan berhasil dan tidaknya seseorang dalam berusaha dan beramal, serta berhasil dan tidaknya suatu bangsa dalam mempertahankan dan melestarikan hidup. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita saksikan adanya perbedaan yang nyata antara orang yang bersifat amanah dengan orang yang suka berkhianat. Orang yang bersikap amanat atau jujur selalu menjadi tempat kepercayaan, dihormati dan disegani. Sedangkan orang yang bersikap khianat atau curang selalu dibenci dan dikucilkan dalam pergaulan. Sebagai akibat dari dua sikap yang saling bertentangan itu, terlihat bahwa orang yang bersifat amanah selalu berhasil dalam berusaha. Sedangkan, orang yang bersifat khianat selalu mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan yang dicita-citakan.

Allah telah menjadikan amanah sebagai salah satu sikap hamba-Nya yang saleh dan menjadi kekasih-Nya. Sedangkan, orang-orang yang mengkhianati amanat di hari pembalasan nanti diperlihatkan kepada seluruh makhluk dengan diberi tanda khusus yang menegaskan bahwa mereka adalah pengkhianat.

Dalam hal ini lbnu Umar mengetengahkan sebuah riwayat, bahwa Rasulullah telah bersabda: "Bila Allah menghimpun seluruh makhluk-Nya, dari generasi terdahulu sampai generasi terakhir ketika kiamat ditegakkan, maka kepada mereka yang berkhianat diberikan sebuah bendera sebagai tanda bahwa mereka adalah pengkhianat." (H.R. Muslim)

Sifat amanah dalam islam itu menjangkau dan meliputi semua jenis hubungan, baik yang terkait dengan sesama manusia maupun dengan Allah swt. Mempertahankan serta memelihara iman agar tumbuh dan menjadi kekal merupakan bagian dari amanat. Demikian pula mengikhlaskan ibadah kepada Allah, memperbaiki hubungan antarsesama manusia dan masyarakat, menyerahkan setiap hak pada yang berhak menerimanya, semua itu adalah bagian dari amanat. Dalam firman Allah surat Al-Anfal (8) ayat 27 yang artinya: 

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul, dan (juga) janganlah juga kamu mengkhianati amanat atau amanah yang telah dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui".

Terdapat juga dalam tentang kewajiban berperilaku amanah adalah firman Allah dalam surat Al-Baqarah (2) ayat 283 yang artinya: "...hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utang) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah Tuhannya...."

Diterangkan dalam sebuah riwayat, bahwa Rasulullah telah bersabda yang artinya: "Tunaikanlah amanat/amanah kepada yang mempercayaimu, dan janganlah engkau mengkhianati orang yang pernah berkhianat kepadamu."

Menjaga dan menyimpan rahasia merupakan bagian dari amanah/amanat. Sebab dengan menyimpan rahasia berarti seseorang telah menjaga hak dan kepentingan kawan atau teman.

Rasulullah saw. telah menegaskan: "Pertolongan Allah tetap berada pada dua orang yang bersekutu selama keduanya tidak saling mengkhianati. Bila sudah saling mengkhianati maka Allah mencabut pertolongan terhadap keduanya."

Sebagai seorang manusia kita sering dan sekarang pun mendapat amanah, baik dari ibu dan ayah, dari ustadz, teman dan lain-lainnya. Semua amanah itu wajib kita tunaikan. Suatu contoh seorang pelajar diamanati untuk belajar dengan baik dan benar oleh ibu, ayah dan ustadz. Diri dan tubuh kita juga mengamanati kita agar menjaga kesehatan diri dengan baik-baik, jika tidak diri akan jatuh sakit. Jika diri sakit, maka urusan lain terbengkalai, akan berujung pada kerugian pada diri kita sendiri. Marilah kita menjadi orang-orang yang amanah dalam hidup ini.

Selasa, 13 Mei 2014

Alasan Kenapa Anda Harus Bersemangat Menjadi Muslim

Alasan Kenapa Anda Harus Bersemangat dalam menjadi muslim atau bersemangat dalam islam adalah karena dengan semangatlah semuanya menjadi maju dan berkembang. Oleh karena itu Bakar semangatmu, membara, dan berkobar sepanjang masa, agar Islam tetap jaya selalu dan selamanya.

Alasan mengapa kita bersemangat dalam Islam
  • Islam adalah agama yang benar. Sampai saat ini belum ada konsep yang menjelaskan tentang hidup, dan alasannya selain dari pada agama Islam.
  • Islam telah ditemukan, sebagiannya sesuai dengan ilmu pengetahuan modren, ini menjadi tanda, bahwa Islam itu benar.
  • Islam itu jika diamalkan memberikan hasil yang positif, seperti akhlak yang terpuji, cara pandang terhadapa kehidupan yang benar, dan sangat mengagumkan.
  • Islam memberikan sumbangan terhadap ilmu pengetahuan modren, yang tidak dapat dipungkiri dalam sejarah, para ilmuwan muslim telah banyak memberikan sumbangan pada kemajuan dan renaisance di Eropa (Barat).
  • Islam tidak mempunyai track record dalam sejarah sebagai agama tercela. Seperti pembantaian ummat manusia, pembunuhan ilmuwan tertentu dan sebagainya. Bandingkan dengan Kristen dimasa Eropa dalam abad kegelapan.
  • Islam memberikan ketenangan bagi penganutnya dalam menjalani kehidupan. Setiap sholat dilakukan adalah ketenangan dari kegelisahan, stress, dan beban mental dari beratnya beban hidup. Setiap puasa yang dilakukan adalah ketenangan, setiap sedekah yang dilakukan adalah ketenangan dan sebagainya.
  • Islam mempunyai konsep yang benar, konsep ketuhanan yang benar, konsep hidup yang benar, dan cara pandang yang benar.
Tips agar kita tetap semangat dalam Islam
  • Selalu lakukan sholat lima waktu di Masjid.
  • Perbanyak Sedekah
  • Berpuasa sunat, selain yang wajib pada bulan Ramadhan
  • Bayar zakat, berkorban, dan mengamalkan sunnah-sunnah nabi.
  • Baca Qur'an, sejarah perjuangan Islam, dan Hadis-hadis nabi.
  • Berhaji, melakukan perjalanan ketempat-tempat bersejarah Islam.
  • Tadabbur Alam, membaca fenomena alam yang terbentang, yang menambah ketakjuban kita pada yang maha pencipta Alam, yaitu Allah SWT.
Demikianlah agar kita tetap bersemangat dalam Islam semoga bermanfaat. Allahu a'lam.

Sabtu, 26 April 2014

Istiqomahlah Dalam Berislam

Istiqomahlah Dalam Berislam Umat Islam diajar, disuruh, diperintah Allah untuk selalu Istiqomahlah Dalam Berislam, konsisten hidup dalam Islam agar nanti mati dalam Islam.

‘Sesngguhnya orang-orang yang mengatakan ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tiada pula berduka cita” (QS 46:13).

“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaiamana diperintahkan kepadamu dan juga oang-oang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas” (QS 11:112).

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” (QS 3:102).

Hanyalah Islam satu-satunya tuntunan, panduan hidup bagi manusia yang ditetapkan oleh Allah, dan bukan yang lain. “Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam” (QS 3:19).

Bahkan Ahli Kitab pun menyadari, mengakui hal ini. Penolakan, pengingkaran mereka semata-mata hanya karena kedengkian saja. Yang menolak Islam tak diaku oleh Allah. “Barangsiap mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu daripadanya, dan di akhirat termasuk orang-orang yang merugi” (QS 3:85).

Islam adalah agama seluruh para Nabi, para Rasul, tanpa kecuali. Tak salah satu pun di antara mereka yang bukan Islam.

“Katakanlah : Bahwasanya aku hanyalah seorangmanusia seperti kamu, diwahyukan kepdaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepadaNya dan mohonlah ampun kepadaNya” (QS 41:6).

“Katakanlah : Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak-anaknya dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. kami tidak membedakan seorangpun diantara mereka dan hanya kepadaNyalah kami menyerahkan diri” (QS 3:84).

Tak seorangpun daripada nabi itu yang bukan Islam.

Selasa, 18 Maret 2014

Pengertian Islam Dalam Al-Quran

Artikel Pertama Situs Islam Tauladan tentang Pengertian Islam Dalam Al-Quran

Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai nabi dan rasul terakhir untuk menjadi pedoman hidup seluruh manusia hingga akhir zaman.

Pengertian Islam secara  harfiyah artinya damai, selamat, tunduk, dan bersih. Kata Islam terbentuk dari tiga huruf, yaitu S (sin), L (lam), M (mim) yang bermakna dasar "selamat" (Salama)
.
Pengertian Islam menurut Al-Quran tercantum dalam sejumlah ayat.

1. Islam berasal dari kata "as-silmu " yang artinya damai
“dan jika mereka condong kepada perdamaian, Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Anfal:61).

2. Islam berasal dari kata "aslama " yang artinya menyerahkan diri (pasrah).
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya” (QS. An-Nisa:125).

3. Islam berasal dari kata "istalma mustaslima " yang artinya penyerahan total kepada Allah.
”Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri” (QS. Ash-Shaffat:26 )

4. Islam berasal dari kata "saliimun salim " yang artinya bersih dan suci.
“Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Asy-Syu ' ara:89 )

5. Islam berasal dari kata "salamun " yang artinya selamat.
“Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku” (QS. Maryam:47).

Pengertian Islam menurut Al-Quran tersebut sudah cukup mengandung pesan bahwa kaum Muslim hendaknya cinta damai, pasrah kepada ketentuan Allah SWT, bersih dan suci dari perbuatan nista, serta dijamin selamat dunia-akhirat jika melaksanakan risalah Islam. Wallahu a’lam.
 
Power By Situs Islami Teladan